Total 664 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo

Terkini 04 Sep 2026 08:55 3 min read 34 views By NA/Redaks Humas
Total 664 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo
Sebanyak 664 orang di Sidoarjo diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para korban mengalami berbagai gejala seperti mual, muntah, pusing, sakit perut, dan lemas. Petugas kesehatan telah memberikan penanganan kepada para korban dan mengamankan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Pemerintah masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian serta meningkatkan pengawasan terhadap keamanan dan kualitas makanan MBG.

SIDOARJO — Sebanyak 664 orang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ratusan korban tersebut dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Para korban terdiri dari pelajar dan sejumlah penerima manfaat lainnya. Gejala yang dialami antara lain mual, muntah, pusing, sakit perut, serta lemas. Sebagian korban harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Petugas kesehatan bersama pihak terkait langsung melakukan pemeriksaan terhadap para korban. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan juga diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Pemerintah daerah menyatakan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. Selain memantau kondisi para korban, petugas juga melakukan penelusuran terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan MBG. Kasus keracunan massal ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah diharapkan memperketat pengawasan terhadap kualitas bahan makanan serta kebersihan dapur dan proses distribusi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Hingga berita ini ditulis, penanganan terhadap para korban masih dilakukan dan penyebab pasti keracunan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Diketahui, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG dari SPPG Kalitengah pada Selasa (1/9) siang. Korban mengalami gejala seperti mual, muntah, hingga pusing. Menu yang dikonsumsi dari MBG tersebu terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, sayur buncis baby corn, dan buah apel. SPPG Kalitengah sendiri menyuplai MBG untuk 19 lembaga pendidikan. Saat ini SPPG tersebut disuspend setelah kasus keracunan yang terjadi.

Kasus keracunan massal yang bermula dari paket Makan Bergizi Gratis (MBG) olahan SPPG Kalitengah, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi sorotan berbagai media terkemuka internasional. Mereka menyoroti rapuhnya tata kelola, standar keamanan pangan, hingga beban trauma psikologis yang dialami para korban anak. Stasiun televisi asal Korea Selatan OBS, membedah tragedi Sidoarjo dan rentetan kasus di wilayah lain sebagai bukti telanjang dari bobroknya sistem pengawasan serta manajemen pelaksanaan yang dinilai “amatiran”.

OBS menyebut program megah yang dirancang untuk puluhan juta anak ini justru berubah menjadi krisis dalam negeri akibat lemahnya kendali mutu. “Tanpa adanya mekanisme kontrol yang presisi, program berskala raksasa ini rentan berujung pada penderitaan korban massal dan berisiko besar menjadi proyek pemborosan anggaran negara,” demikian komentar OBS, dikutip Kamis (3/9/2026).

Sorotan senada juga datang dari media Timur Tengah, Al Jazeera, yang menyoroti besarnya alokasi dana negara dalam pelaksanaan program tersebut. Melalui unggahan media sosialnya pada Rabu (2/9/2026), Al Jazeera mencatat bahwasanya “Ribuan kasus telah dikaitkan dengan program senilai US$4,3 miliar yang diluncurkan tahun lalu tersebut.”